//
Masyarakat Kurang Mengenal Tanaman Obat

Kamis, 12 Maret 2009 | 21:03 WIB

SLEMAN, KOMPAS.com — Masyarakat kurang mengenal tanaman obat. Yang dikenal baru sebatas khasiatnya. Tanaman obat sejatinya tanaman liar, yang bahkan mungkin sering dilihat baik di sawah, pinggir sungai maupun semak belukar.

“Tanaman pegagan yang memperkuat daya ingat, misalnya, banyak tumbuh di sawah. Benalu di pohon-pohon, juga tanaman obat, karena bermanfaat mengobati kanker segala macam,” ujar Jusliah, Bagian Administrasi dan Pelatihan Wisata Agro Merapi Farma Herbal, Kamis (12/3).

CV Merapi Farma Herbal berdiri tahun 1999. Wisata agro menjadi satu dari sejumlah bidang perusahaan yang menorehkan banyak penghargaan agrobisnis ini. Misalnya sebagai perusahaan agribinisnis terbaik se-DIY tahun 2004. Tahun 2008 lalu juga mendapat penghargaan dari presiden untuk kategori perusahaan biofarmaka tingkat nasional.

Perusahaan ini juga mempunyai outlet Jamu Godhog khas Yogyakarta, tiga outlet terdapat di DIY (termasuk di wisata agro ini yang terletak di Jalan Kaliurang Km 21,5, Hargobinangun, Pakem, Sleman), serta 24 outlet mitra yang tersebar dari Bali, Klaten, hingga Jakarta.

Kebun seluas 5.000-an meter persegi di Pakem itu, memiliki 200-an tanaman obat. Pengunjung juga bisa membeli. Tempat ini banyak dijadikan bahan skripsi dan penelitian mahasiswa, dosen, dan kampus. Rombongan pelajar dan mahasiswa luar Yogya juga kerap menyambangi lokasi itu.

Muhammad Shulkhan, Manajer Wisata di sana, mengatakan, masih ratusan bahkan ribuan tanaman obat yang belum dikenal. “Kajian apa saja manfaat tanaman obat selain manfaat yang sudah diketahui, juga belum banyak dilakukan,” ujarnya.

Beberapa tanaman yang ada di kebun wisata agro itu adalah brotowali, gandarusa, dan meniran. Untuk minuman jamu, bagian batang brotowali yang diambil. Brotowali adalah bahan utama membuat ramuan jamu yang berkhasiat mengobati kencing manis serta gatal-gatal.

Meniran, adalah satu dari sekian tanaman yang semua bagiannya diambil untuk ramuan. Khasiat utama meniran yakni menambah stamina tubuh. Gandarusa adalah tanaman yang berkhasiat menambah tenaga dan vitalitas, sama seperti tanaman pasakbumi. Alpukat, yang buahnya sering kita makan, sebenarnya digolongkan sebagai tanaman obat untuk penyakit darah tinggi.

Manusia sekarang semakin jauh, dijauhkan, dan dipaksa berjauhan dengan tanaman obat. Salah satunya, menurut Sidik Raharjo, pendiri Merapi Farma Herbal, sejak kecil tidak dibiasakan mengenal tanaman obat atau bahkan hanya sekadar minum jamu.

“Rasa minuman jamu obat, rata-rata memang pahit, enggak seperti rasa minuman bersoda. Namun jamu pahit di lidah tapi berguna bagi tubuh. Minuman bersoda, justru kebalikannya. Nah sekarang mau memilih yang mana,” ujarnya.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2009/03/12/21035162/masyarakat.kurang.mengenal.tanaman.obat

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s